Saturday, March 9, 2019

Cara Menabung Versi Saya



Pasti sejak kecil kita sudah diajari untuk menabung bukan, ketika TK, SD masih ada buku tabungan di sekolah. Dan kita diberi jatah oleh orangtua uang untuk menabung dan uang untuk jajan. Jika seperti itu kita tidak perlu bingung-bingung untuk menyisihkan uang jajan. Di kasih uang jajan segini, ya itu lah yang di belikan. Terkadang juga masih kurang. Dan ketika di SMP mulai tidak ada buku tabungan di sekolah. Dan sejak SMP aku mulai menyisihkan uang jajan ku untuk aku tabung. Tidak ada lagi jatah untuk nabung dari orang tua. Hanya jatah uang jajan.

Waktu SMP aku itu ke sekolah naik sepeda, ketika teman-teman yang lain naik motor aku tetap konsisten naik sepeda. 3 tahun lo aku naik sepeda ke sekolah. Untung sekolah ku nggak jauh-jauh banget Cuma sekitar 20 menitan kalau naik sepeda. Jadi waktu SMP juga tidak perlu uang untuk membeli bensin. Uang jajan ku waktu SMP Cuma Rp 5000,- itupun juga nggak aku habiskan. Paling-paling aku cuma habis Rp 2000-3000 saja. Sisanya aku tabung. Karena waktu SMP belum fullday, jadi tetap sampai sabtu sekolahnya. Misalnya dalam sehari aku bisa mengumpulkan Rp 3000,- jadi kalau dikali 6 menjadi Rp 18.000,-. Aku seminggu bisa punya uang Rp 18.000. Dan waktu itu juga belum begitu mengenal media sosial jadi jarang banget beli kuota internet. Uang ku biasanya aku kumpulkan untuk beli baju, kalau nggak aku beli buat pulsa. Soalnya dulu masih sering banget sms jadi uang habis untuk beli pulsa. Tapi setidaknya aku bahagia karena bisa menabung dari sisa uang saku. Padahal kalau misalnya nggak aku buat beli apa-apa ya 1 bulan bisa dapat Rp 18.000 x 4 = Rp 72.000. Kalau 1 tahun berarti Rp 72.000 x 12 = Rp 864.000. Banyak juga ya. Tapi karena dulu aku belum punya rekening sendiri jadi aku mikirnya gini “Lebih baik uang yang aku kumpulkan segera aku belikan baju. Dari pada aku simpan di dompet malah aku buat beli pulsa” soalnya yang sering aku beli itu adalah baju. Mungkin kalau dulu aku sudah punya rekening akan aku tabung di BANK.

Dan ketika di SMA ini aku naik motor, jadi harus beli bensin tapi untungnya untuk beli bensin tetap uang orangtua ku. Kalau uang jajan sehari Rp 10.000,- aku juga bawa bekal jadi jarang beli jajan. Kalau beli jajan biasanya aku belikan Rp 3000 – 4000. Dan sekarang sudah mengenal banyak media sosial jadi harus beli kuota internet. Untuk aku jatahnya 1 minggu Rp 16.000 untuk beli kuota itu pun aku beli nya dengan uang saku yang aku kumpulkan. Sebenarnya di sekolah ada wifi tapi kadang kalau yang pakek banyak jadi lemot. Karena di rumah aku nggak pakek wifi jadi harus punya kuota internet. Kalau sekarang kan sudah fullday jadi cuma 5 hari sekolahnya. Jadi biasanya dalam 1 minggu aku cuma jajan di sekolah sekali saja. Misal Rp 10.000 x 4 = Rp 40.000. Rp 40.000 + Rp 6000 = Rp 46.000. Jadi sekarang dalam seminggu aku bisa terkumpul Rp 46.000 – Rp 16.000 (untuk beli kuota) = Rp 30.000. kalau 1 bulan berarti Rp 30.000 x 4 = Rp 120.000. Dan kalauu 1 tahun Rp 120.000 x 12 = 1.440.000 . Tapi nggak mungkin bisa terkumpul segitu pasti juga aku buat beli baju juga. Tapi karena sekarang aku sudah punya rekening jadi uang nya sebagian aku tabung deh. Kalau di tabung di BANK kan  lebih aman.

No comments:

Post a Comment