Monday, December 10, 2018

Yang Aku Sesali Saat Ini

Yang paling aku sesali saat ini adalah melewatkan masa-masa indah bersama dia.
Dia? Dia siapa? Dia yang pernah dekat tetapi sekarang seperti orang yang tak pernah kenal. Miris banget ya, pernah dekat terus sekarang malah jauh. Cuma gara-gara ada masalah sedikit dan akhirnya langsung pecah. Dan sesuatu yang pecah tidak mungkin bisa utuh kembali.
Jadi gini ceritanya.
Kisah ini terjadi sekitar 4 tahun yang lalu. Pada waktu itu aku masih kelas 7 SMP. Ketika SD aku itu pendiam banget, nggak pernah dekat dengan cowok selain teman sekelas. Dan ketika aku kelas 7 SMP aku punya teman cewek sebut saja Y. Dia itu pendatang, ia tinggal di rumah paman nya, dan kebetulan paman nya itu tetangga aku. Ketika itu ia sudah kelas 2 SMA sedangkan aku masih kelas 1 SMP. Dan aku akui ia memang cantik, banyak cowok-cowok yang suka sama dia.
Awalnya aku tak pernah dekat dengan Y namun seiring berjalan nya waktu kita semakin dekat seperti adek dan kakak. Aku sering menjadi teman curhat nya. Kita kemana-mana selalu bareng. Hingga pada akhirnya ia dekat dengan seorang cowok, sebut saja R. R masih kelas 2 SMP, memang lebih tua Y. Dan mereka akhirnya jadian.
Ketika Y dekat dengan R, aku juga dekat dengan teman nya R, sebut saja I. Aku dan I tidak punya hubungan spesial seperti R dan Y. Tapi semua teman-teman nya I, termasuk R, bilang kata nya aku suka dengan I. Aku tetap ngelak ketika semua bilang gitu. Aku dan I masih dekat seperti biasa, ketika ketemu kita juga bercanda bareng, I juga sudah dekat dengan ibuku dan adikku. Kita sudah sangat dekat tapi kita belum pernah sama sekali sms-an. Waktu itu kan masih sms, belum kenal WhatsApp dsb. Dengan teman-teman nya I aku malah sering sms-an tetapi dengan I malah nggak pernah sms-an. Kasih perhatian cuma pas ketemu. Tapi belum ada ikatan pacaran.
Dan suatu hari aku dan I menjadi tidak akrab lagi. Tidak dekat lagi. Aku benar-benar lupa apa yang membuat kita seperti itu. I berubah, yang dulunya baik sama aku malah memusuhi ku. Ia sering banget menjelek-jelekkan ku. Mulai saat itu aku juga mulai dendam sama dia. Ketika ketemu kita nggak sapa sama sekali pokoknya seperti orang yang nggak pernah kenal. Dalam waktu sekejap langsung berubah 180ᵒ. Benar-benar berubah.
Lama kelamaan kita mulai sadar, kita tak pernah menjelek-jelekkan satu sama lain. Tapi kita nggak bisa kayak dulu lagi. Kita tetap seperti orang yang nggak pernah kenal. Aku sangat menyesal banget atas kejadian itu. Jika ingat kejadian itu aku sedih banget. Malahan dulu dia pernah pinjamin buku nya sama aku. Sekarang buku nya juga masih sama aku. Sebenarnya ingin aku kembalikan tapi gimana caranya, ia aja cuek banget sama aku. Aku benar-benar menyesal, andai saja aku bisa membuat I tidak membenciku, pasti kita masih dekat sampai sekarang.

No comments:

Post a Comment